.:: Selamat datang.. ::. COME TO AGRICULTURE
Tupoksi Dinas

Perubahan Struktur Organisasi Dinas Pertanian 

Wonogiri - Semenjak Januari 2009, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 11 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat  Daerah Kabupaten Wonogiri, Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri berubah struktur menjadi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Terdapat 1 (satu) Jabatan eselon 2, 4 (empat) Jabatan Eselon III, dan 14 (empat belas) Jabatan Eselon IV.

Struktur baru tersebut adalah:

  1. Sekretariat,  terdiri atas :
  2. Subbagian Umum dan Kepegawaian
  3. Subbagian  Keuangan
  4. Subbagian Perencanaan dan pelaporani;
  5. Bidang Tanaman Pangan, terdiri atas
  6. Seksi Produks
  7. Seksi Pengembangan dan Teknologi Budidaya
  8. Seksi Pengendalian Organisme Penggaanggu Tanaman
  9. Bidang  Hortikultura, terdiri atas
  10. Seksi Produksi
  11. Seksi Pengembangan dan Teknologi Budidaya
  12. Seksi Pengendalian Organisme Penggaanggu Tanaman
  13. Bidang Sarana dan Prasarana Pengembangan Usaha Agribisnis SDM Pertanian dan Kelembagaan, terdiri atas :
  14. Seksi Sarana Prasarana Pengelolaan Lahan dan Air
  15. Seksi Pasca panen, pengolahan Hasil Pengembangan Agribisnis dan Pemasaran
  16. Seksi pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan dan Informasi pertanian
  17. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih dan pembibitan, yang membawahi Subbag Tata Usaha
  18. Kelompok Jabatan Fungsional.

Dengan struktur baru tersebut, fungsi ketahanan pangan  dan perkebunan tidak lagi melekat pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Wonogiri, melainkan telah diwadahi dalam struktur baru yaitu Kantor Ketahanan Pangan. Sedangkan perkebunan bergabung dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan.

 

 

 

TUJUAN

 

mewujudkan suatu pertanian modern, tangguh yang berwawasan  agribrisnis  dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempunyai daya saing yang tinggi, baik produksi pertanian maupun sumber daya manusianya, sehingga memiliki kesiapan dalam menghadapi persaingan pasar global.

SASARAN

  1. Tersedianya produksi pangan cukup.
  2. Terlaksananya pengelolaan SDA secara optimal da berkelanjutan.
  3. Tercapainya peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan dan hortikultura
  4. Tersedianya data harga pasar produk pertanian.
  5. Terciptanya informasi peluang pangsa pasar produk pertanian.
  6. Terciptanya mekanisme pemasaran yang berantai pendek
  7. Terjalinnya kemitraan dengan pihak ketiga yang saling menguntungkan
  8. Terwujudnya  modal usaha tani di klp tani/gapoktan dan asosiasi.
  9. Tersedianya modal usaha dengan system kemitraan
  10. Terwujudnya peningkatan nilai tambat produk pertanian.
  11. Terlaksananya pemanfaatan tenaga usaha tani secara maksimal sesuai kebutuhan.
  12. Tersedianya sarana produksi usaha tani yang bermutu dan bersertifikat.
  13. Tersedianya alsintan di daerah.
  14. Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura.
  15. Terwujudnya sentra produksi pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
  16. Tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas dan professional.
  17. Tersedianya instruktir pelatihan yang berkualitas
  18. Terlaksananya penggunaan dan pemanfaatan alsintan yang tersedia di daerah.
  19. Terwujudnya klas kelompok tani yang kuat dan asosiasi petani sesuai potensi daerah.
  20. Tersedianya database bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
  21. Terwujudnya akuratisasi data dan pelaporan.
  22. Tersedianya data perencanaan dan pelaporan.